Kisah Pilihan #CeritadariFLPMedan

FLP Medan Reply 20.37

Orang-orang yang Kehilangan Lidah
Karya : Sawaluddin Sembiring
Medan, Indonesia

Togar masih saja merogoi mulutnya yang menganga. Jarinya yang kapalan terus meraba  ke dalam mulut yang jarang sikat gigi.  Lelaki jangkung itu uring-uringan, mendapati mulutnya tak lagi berlidah. Suaranya menjadi sumbang, membuatnya sangat kesal. Belum lagi Darminah yang tak datang-datang padahal sudah diteriakinya sekuat tenaga. Aneh memang, baru tadi malam ia memainkan lidah itu pada lubang-lubang nista di balik bilik-bilik dosa. Betapa puasnya dia malam tadi, dan pagi ini segala kepuasanya hilang. Berubah menjadi kepanikan.

Benar saja, wabah virus pelenyap lidah yang dikatakan orang gila tadi malam telah menjangkitinya. Bukan kepalang takutnya Togar akan kematian. Konon katanya, virus pelenyap lidah itu akan mematikan tubuh yang dijangkitinya dalam waktu dua puluh empat jam. 
Darminah tergopoh-gopoh menemuinya. Kedatangannya membawa kabar buruk, bahwa pak lurah beserta stafnya, juga ibu-ibu sosialita kelas kampung yang saban hari menjulurkan lidah untuk menghapus keluhan warga, juga terjangkit wabah pelenyap lidah. Mendengar kabar itu, mata Togar mendelik. Kemudian memperlihatkan mulutnya yang kosong tanpa lidah. Darminah histeris, hingga jatuh pingsan.

Masing-masing rumah yang terjangkit wabah didatangi  orang gila malam tadi. Dia datang dengan seekor ayam hitam yang tak pernah berkokok. Katanya, hanya garam dari rumah yang tak pernah disapa duka kematian yang dapat mengembalikan lidah-lidah mereka yang hilang, juga menyelamatkan dari kematian. Sibuk Togar dan mereka yang terjangkit, menjarahi rumah-rumah hanya untuk mencari garam. Malangnya tak ada satu rumah di kampung ini yang tak pernah di datangi duka kematian. Sehingga membuat Togar memutuskan bunuh diri.  Baginya mati bunuh diri lebih terhormat, ketimbang dimakan virus dan mempercayai omongan orang gila.Biar namanya tetap terhormat, supaya tak merasa dihukum dosa. Karena telah menerima  suap dari pak lurah dan  para stafnya untuk membakar lahan warga. Demi membangun sebuah pabrik minyak. Desas-desusnya demikian, wabah pelenyap lidah itu datang untuk menghukum mulut-mulut yang selalu berkumur kebohongan.

#ceritadariflpmedan

Related Posts

karya 7123234417701136198

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts