PUISI : MUHAMMAD IKHSAN RITONGA

FLP Medan Reply 20.38
Oleh: M. Ikhsan Ritonga

titah kebaikan masih tersohor oleh kepiluan 
nista berparuh waktu 
waktu pun tak mengenal air mata 
saat malam lebaran tiba 
kaki melangkah mencari pintu terbuka 

dari rumah kebajikan 
seperti ada cara Tuhan mengeja hambanya untuk pergi 
menaati segala pilu
bertanya perihal kapan takbir usai 

hakikatnya ada nama-nama yang akan gugur 
mengeja takbir memang tak berkesudahan 
kemenangan mendekat, namun bukan dengan hati 

hanya ada keikutsertaan 
bukan lagi perihal Tuhan 
namun perihal merayakan kehidupan 
TakbirNya tak lagi untukNya
mulut mereka menganga 
membanjiri jutaan kebohongan 


SUATU KETIKA DI MALAM LEBARAN  
Oleh: M. Ikhsan Ritonga

kekasih, malam lebaran tiba 
aku tak ingin menghapus maaf
sebab itu terlalu gila 
atau sekadar berjabat tangan 

tak perlu menggerakkan tangan kemudian memegang erat 
rasanya sudah berbeda 
jarak membentang 
dan kita hanya mampu bertukar doa 

rayulah nama-nama rindu 
ucapkan ayat-ayat cinta 
sejenak di asmaNya
aku menadah, terus berkata 
tentang kita yang menjadi malam lebaran berbeda 

tak perlu lagi aku hembuskan napas 
menggetarkan tangan jika bertemu dengan mereka 
jabat tangan sudah menyatu 
tepat di depan walimu 

suatu malam di malam lebaran 
surgamu kini ada padaku 
titah kebajikan asmarandana

Tapanuli Selatan 2020

Mhd Ikhsan Ritonga lahir dan besar di Roncitan, 30 Juli 1998. Beberapa karyanya pernah di muat di media cetak dan media elektronik. Buku antologi puisi tunggalnya berjudul Setapak Jalan (guepedia, 2019). Bergiat di Forum Lingkar Pena Medan

Related Posts

karya 1856826835941037185

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts