NAPAK TILAS FLP WILAYAH SUMUT

FLP Medan Reply 19.42
Penulis : M. Nurul Fadhli

Dunia Tulis Menulis Adalah Dunia Yang Penuh Warna

Berawal dari kegundahan seorang pembaca buku sekaligus penulis yang sejak kecil sudah cinta pada dunia kepenulisan dan sastra. Sempat “ngamen” puisi bersama adiknya sewaktu masih kecil di depan maestro sastrawan ketika itu sekaliber Taufiq Ismail, WS Rendra dll di Taman Ismail Marzuki (TIM). Ialah Helvy Tiana Rosa (HTR). Beliau gundah dan resah akan minimnya  tulisan-tulisan sastra yang syarat nilai-nilai keislaman, yang tidak hanya sekedar indah pada diksi dan untaian kata namun juga syarat akan makna. Tidak hanya cantik pada etalase depan, namun juga cemerlang di dalamnya. Bukan pula tulisan yang bebas ekspresi tidak bertanggung jawab, namun syarat nilai dan budaya ketimuran. Maka pada medio Februari 1997 di kampus Universitas Indonesia (UI) Jakarta beliau berinisiatif membentuk sebuah wadah penulis bersama adiknya Asma Nadia dan Muthmainnah. Wadah itu mereka beri nama Forum Lingkar Pena (FLP). 

Perlahan namun pasti “lingkaran” ini kian menyedot banyak perindu sastra islami, banyak penulis atau yang ingin menjadi penulis bergabung. Duduk melingkar dalam satu semangat dan frekuensi yang sama untuk mewujudkan satu cita dan tujuan yang sama. Mencerahkan kehidupan lewat tulisan.  Akhirnya lahirlah tulisan demi tulisan, buku demi buku sambil berjalan juga proses diskusi, pelatihan bahkan pengkaderan semua anggota.
 
Semangat dalam lingkaran itu ternyata kian menebal, melebar bahkan meluas hingga luar Ibukota. Mulai lah dibuka cabang FLP di kota-kota lain. Setelah tiga tahun berkiprah, akhirnya terbentuk pula FLP Wilayah Sumatera Utara. Tepatnya pada 1 Oktober 2000. Dinakhodai Ahmad Siddiq Thoha, seorang pengajar di Universitas Sumatera Utara (USU) bersama rekan-rekan, mulai menerapkan pula gerakan masif ini. Pengurus terbentuk, anggota direkrut, diskusi dibentang, pelatihan mandiri di gelar, mulai pula berguru pada sastrawan Medan. satu demi satu tulisan mulai mengorbit di media-media lokal. Setelah sekian lama, akhirnya beberapa lama, di antara anggota bahkan tembus di media nasional.
Beberapa buku karya anggota di antaranya yaitu Buku antologi kumcer FLP Se-Sumatera “Uda ganteng No. 13” terbit tahun 2006, Novel “Loving twice” karya Ratna Dks terbit tahun 2007, Kumpulan Cerpen dan puisi “Tinta ini cinta pertama” karya Sukma dan Nihayah Rambe terbit tahun 2007, Buku Antologi puisi bersama sastrawan Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) “Medan Puisi” terbit tahun 2007, Buku memoar “Bintang” karya Win R.G terbit tahun 2008, Buku Antologi puisi anggota “Nuun” terbit tahun 2010, Buku Nonfiksi “Gue gak cupu” karya Anugerah Roby Syahputra dan Nurul Fauziah terbit tahun 2010, “Married because Allah” karya Anugerah Roby Syahputra tahun 2014, “Mengejar Impian Ayah” karya Abdillah Siregar terbit tahun 2018. Selain itu, di era digital saat ini, sebagian anggota bahkan telah mengekspresikan karyanya lewat blog-blog pribadi. 

Demi keberlangsungan organisasi, maka proses kaderisasi dan pergantian kepengurusan pun dilakukan, tercatat sampai saat ini FLP Wilayah Sumatera Utara telah melakukan Musyawarah Wilayah (Muswil) sebanyak delapan kali. Dari hasil Muswil tersebut terpilihlah jajaran Ketua FLP Wilayah Sumut yaitu Dyah Ayu Ardianti, Win RG, Sukma, M. Nurul Fadhli, Nurul Fauziah, Ririn Anindya, Anugerah Roby Syahputra dan kini FLP Wil. Sumut dinakhodai Rizky Endang Sugiharti. Pernah pula terbentuk FLP Cabang Siantar namun tidak lagi aktif, FLP Cabang Medan dibentuk pula, sempat beberapa tahun berjalan, dilebur ke Wilayah namun akhirnya dibentuk dan aktif kembali. Untuk FLP Cabang Medan kini dipimpin oleh Andre Gusli. Cabang lain yaitu FLP Cabang Labuhan Batu. 

Tidak hanya berkutat pada kegiatan literasi, FLP wilayah Sumut juga turut peduli pada pembinaan dan kegiatan sosial pada masyarakat sekitar sekretariat, yaitu kegiatan perlombaan untuk anak-anak, pembukaan Taman Baca Rumah Cahaya (Rumah baca menghasilkan karya), kegiatan pengajian dan les pelajaran, aneka kegiatan saat bulan Ramadhan tiba maupun pemberian bantuan bagi masyarakat yang kurang mampu. 

Dengan motto Berkarya, Berbakti dan Berarti semoga FLP di mana pun berada khususnya di Sumatera Utara dan Kota Medan selalu dapat menebar manfaat dan inspirasi banyak orang, turut meramaikan dunia literasi, mewarnai sastra menjadi dunia penuh nilai dan arti, dunia yang penuh dengan warna-warni. 

Medan, 29 Mei 2020 

M. Nurul Fadhli
Ketua FLP Wilayah Sumut 2011-2013

Related Posts

Tentang Kita 6246124705411197340

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts