Opini: Kiat Sederhana Mandirinya Seorang Muslim

FLP Medan Reply 18.00
Ilustrasi

Setiap manusia pasti sangat ingin menjadi seseorang yang mandiri, mampu dalam memenuhi segala kebutuhan jasmani dan rohaninya tanpa bergantung kepada orang lain. Namun, menjadi seseorang yang mandiri tidaklah mudah, semua membutuhkan proses dan tekad yang kuat untuk selalu berjuang dalam hidupnya menjadi pribadi yang mandiri. Tidak ada ukuran usia, keturunan, maupun tinggi-rendahnya kedudukan seseorang dapat dikatakan mandiri. Pribadi mandiri dapat terbentuk dengan tekad yang kuat dan keberanian dalam mengambil langkah hidup selanjutnya.

Perkembangan zaman yang semakin canggih ini, sangat diperlukan orang-orang yang berjiwa mandiri dalam hidupnya. Sebagai seorang muslim tidak cukup hanya menjadi pribadi yang mandiri, namun juga dituntut menjadi pribadi mandiri yang Islami. Pribadi mandiri yang Islami berarti memiliki nilai-nilai kebiasaan yang berakhlak mulia sesuai dengan syariat Islam tanpa bergantung kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menjadi muslim mandiri yang mampu menjalani hidupnya sesuai dengan aturan dan perintah Allah SWT, tanpa takut dan terikat kepada kelompok/golongan yang dapat menjauhkan diri dari Allah SWT apalagi sampai menyesatkan, nauzubillah min dzalik.

            Sebagaimana firman Allah Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…. ” QS Ali Imran ayat 103.

Dalam surah tersebut sudah dijelaskan bahwa seperti apapun kondisi kita, haruslah tetap berpegang teguh kepada agama Allah, karena sesungguhnya pertolongan Allah begitu dekat. Pribadi muslim yang mandiri tidak hanya dituntut dari kemampuan dalam memenuhi kebutuhan duniawi saja, namun harus memiliki akhlak yang mulia sesuai dengan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai idola kita yang perlu dicontoh serta Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup.

            Allah SWT telah memberikan limpahan nikmat dan karuniaNya kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali, namun kita sering lalai akan tugas dan tujuan hidup kita di muka bumi ini. Semua yang ada dan terjadi sesuai dengan izin Allah tanpa terlewatkan satu pun. Allah SWT sangat tidak menyukai hamba-Nya yang bermalas-malasan dan bergantung pada orang lain, bahkan Allah SWT juga telah berfirman dalam sebuah ayat yang berbunyi, “Seseorang tidak mendapatkan sesuatu kecuali apa yang telah di usahakannya”. (QS An-Najm : 39).

Ayat ini jelas mengatakan bahwa sebagai manusia kita harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, jangan lupa pula untuk berdoa memohon kemudahan agar mendapatkan sesuatu tersebut, karena apabila kita berusaha tanpa berdoa adalah menunjukkan sikap sombong, tapi berdoa tanpa usaha adalah pemalas. Jadilah muslim mandiri dan selalu mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali.

Amalkan segala doa dan kebiasaan baik yang telah Islam ajarkan bersihkan hati dengan selalu memaafkan setiap orang. Serta sampaikan setiap kebaikan dengan ikhlas hanya karena Allah, agar tidak menuai kekecewaan dan kehausan duniawi.

Adapun kiat-kiat sukses yang disampaikan penulis untuk menjadi muslim yang mandiri berpegang teguh pada nilai-nilai Islam adalah sebagai berikut: Pertama, mulailah segala sesuatu dengan mengucapkan Bismillah, ataupun dengan doa khusus kepada sesuatu tersebut seperti doa bangun tidur, doa makan, doa mandi dan sebagainya.

            Kedua, lakukanlah kebiasaan-kebiasaan yang baik sesuai dengan anjuran Agama Islam seperti cara tidur, makan mandi dan sebagainya.

            Ketiga, manajemenlah waktu untuk sesuatu yang bermanfaat. Buatlah daftar kegiatan harian agar dalam setiap hari kita tahu apa yang harus kita kerjakan dan kita capai.

            Keempat, jadilah seseorang yang selalu menyisihkan uang jajan/lebih untuk ditabung agar ketika butuh sesuatu yang mendadak sudah memiliki tabungan, namun jangan lupa pula untuk selalu berinfaq dalam kebaikan baik materi maupun tenaga.

            Kelima, selalu berdoalah kepada Allah dan luruskan niat karenaNya untuk segala sesuatu yang telah dikerjakan maupun masih diniatkan. Ringan hati dan langkah dalam membantu sesama. Sebagaimana Allah telah berfirman,Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. QS Ali Imran ayat 139.

Tentang Penulis
Sri Wahyuni, 22 tahun, Mahasiswi. 

Related Posts

opini 4596960013828916952

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts