Puisi: Puisi-Puisi Syamsul Bahri

FLP Medan 1 18.50
Ilustrasi

Musafir dan Tongkatnya

Jalan-jalan terasa lekat 
Mencintainya dengan dada yang lengang
Salat diatas daun pisang
Puasa pada sepasang hari terlarang

Mengapa mereka sering terperangkap dalam pukat 
Kejemawaan 
Merengkuh izah tanpa membunuh congkah
Serupa tongkat yang bersandar pada tuannya?

Ia memang berjalan pada karpet ilahi
Memangkukan tubuhnya pada serambi pohon kehidupan
Dalam segala pencarian.
Ia memang lebih memilih ibu daripada kertas
Sebab ibu meminta tinta tuk menuliskan doa
Pada pintu-pintu langit.

-2020-

Tadarus  Ibu                                 

Purnama ingin memakai baju baru
Melantunkan syair-syair agung nun 
Penuh dengan khidmat
Para lintang mengikuti langgam
Yang begitu serdam

Sementara, bulan hendak tadarus malam itu
Menuju majelis diiringi isak tangis

Air mata jatuh dan mengikis jejak langkah ibu
Seakan menghapus segala dosa anak-anaknya

-2020-

Panjang Umur untuk Dirimu dan Hal-Hal Baik 
Tetap Utuh

Merangkai karangan doa-doa
Di serambi sepertiga malam
Serupa menganyam luka-luka masa silam

ketika rembulan dan gemintang bersujud 
menyerukan langgam dzikir yang mengalir setiap detiknya
sedang malaikat menebar rizki 
disaat kau terlelap dalam sebuah botol mimpi

Tak ada yang bisa mematahkan sepasang sayap-sayap indahmu
tetaplah terbang bersama burung-burung
melayang bersama layang-layang
tarik ulur segala angan-angan
sepanjang ruas jalan penuh
dengan bunga-bunga mawar
bianglala menyambut langkah pertamamu
dan lembayung senja menutup langkah terakhirmu

Semoga kembali pada pintu
Yang menjadikanmu tetap utuh dan tak mudah rapuh

Subang, 1 Juni 2020

Penulis: Syamsul Bahri

Related Posts

karya 2672437808807520199

1 comments

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts