Karya Pilihan: Hobi Berbayar

FLP Medan 2 18.00
Ilustrasi

Krisis akibat pandemi adalah dampak yang dialami semua kalangan. Semua aspek masyarakat merasakannya. Angka pekerja dan karyawan yang dirumahkan pun semakin meningkat. Kemenaker melaporkan tenaga kerja yang terkena dampak covid-19 per 2 Juni mencapai 5,23 juta dan angka ini masih akan terus bertambah jika kondisi belum berubah.

                Selama masa pandemi, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah dan keluar rumah hanya untuk hal-hal penting saja, seperti bekerja, belanja kebutuhan sehari-hari, dll. Bahkan kini banyak kantor yang menerapkan WFH  (Work From Home) dan meminimalisir jumlah karyawan yang masuk. Ada yang  membuat jadwal masuk secara bergantian, ada juga yang langsung merumahkan atau PHK karyawannya. 

                Lalu bagaimana masyarakat harus bertahan di tengah masa pandemi ini? Ada berbagai jurus jitu yang dapat dilakukan, mulai dari berhemat, mengurangi gaya hidup konsumtif dengan tidak membeli barang-barang sekunder, tetap menjaga kesehatan atau juga mencari peluang mata pencaharian yang baru.

                Uniknya, banyak tren-tren baru yang muncul pada masa pandemi ini. Karena banyaknya orang yang memiliki waktu luang, lalu gabut mau apa, maka muncullah tren-tren baru tersebut. Bagi beberapa orang, bisa jadi tren ini merupakan hobi yang memang sangat disukainya, tapi karena sibuk dengan rutinitas, maka jarang bisa melakukannya. Sebagian yang lain mungkin hanya ikut-ikutan karena melihat banyak yang melakukan hal tersebut dan tidak ingin kelihatan kudet.

                Disini saya akan mengulas beberapa hal yang awalnya dari hobi tapi justru bisa jadi sumber pendapatan yang baru.  Berikut adalah berbagai hobi berbayar yang bisa jadi alternatif baru.

1. Bersepeda

                Bersepeda atau yang lebih dikenal dengan gowes, kini menjadi tren terbaru di Indonesia. Ketika banyak orang gabut mau apa, lalu juga harus menjaga kondisi badan agar tidak gampang sakit, hingga seperti kesenangan tersendiri karena dengan bersepeda bisa bertemu dengan kawan-kawan baru dan ada kepuasan yang dirasakan setelah melakukannya. Lalu bagaimana bersepeda bisa jadi menghasilkan? Dengan naiknya tren bersepeda, maka banyak orang yang secara mulai care dengan sepedanya. Tidak cuma dipakai dong, tapi sepeda juga harus dirawat dan didandani. Jika mereka yang bersepeda bisa melihat dengan jeli peluang ini, maka bisa jadi mata pencaharian tambahan selama bersepeda masih tren di Indonesia. Terlebih lagi untuk Medan, belum terhitung banyak toko online atau offline yang menjual perlengkapan bersepeda sekaligus asesori sepeda secara detail. Kalau pun ada harganya masih tinggi karena tidak banyak pemasok di Medan.

2. Bercocok tanam

                Siapa yang tidak tau, apa tanaman yang sedang digandrungi sekarang. Ya berbagai jenis aglonema atau keladi-keladian hias. Warna dan ukurannya yang bermacam-macam, ditambah lagi motif yang beda-beda. Setelah sebelumnya sempat tren menanam berbagai tanaman mini semacam kaktus, yang lebih dikenal dengan sekulen. Namun selain memiliki nilai rupiah, menanam menjadi hal yang menyenangkan untuk mengisi waktu kosong. Halaman rumah menjadi hijau, kita sehat karena banyak hal yang dilakukan, dan bisa menjadi pendapatan baru jika tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Selain jenis aglonema, banyak tanaman lain yang bisa jadi rekomendasi untuk ditanam. Seperti aneka tanaman herbal, tanaman empon-empon seperti jahe, serai, kunyit, tanaman buah-buahan atau juga aneka bunga.

3. Memasak

                Selama pandemi tentu banyak orang yang males keluar rumah lalu pesan makanan secara online. Bagi kaum hawa, menjual makanan justru jadi peluang baru. Selain gak mesti keluar rumah, harga pesan online cukup bersaing dari resto dan rumah makan. Berbagai makanan frozen juga banyak diminati, apalagi yang non MSG sehingga dijamin lebih sehat. Hal yang paling disyukuri menjual makanan secara online adalah, bisa dikerjakan di rumah, tidak perlu sewa toko dan tidak perlu pakai tenaga pegawai, kecuali memang untuk pesanan dalam jumlah banyak hingga butuh asisten. Pengiriman barang juga cukup mudah, karena bisa lewat aplikasi ojek online atau berbagai kurir kota yang sudah menjamur. Maka beruntunglah bagi wanita yang pintar dan suka memasak. Untuk yang merasa belum bisa, tenang saja, banyak kok kursus memasak online dan offline.

4. Belanja

                Mungkin sedikit bingung melihat subjudul di atas. Tapi pernahkah melihat ada orang yang justru menjual bahan makanan persis seperti kita belanja di pasar? Ini sebenarnya bisa jadi peluang besar, meski memang sedikit capek karena harus berbelanja setiap hari. Yang dijual bisa berupa sayur-sayuran, ikan segar, bawang, tomat, cabe, kelapa kukur, dll. Ini sangat membantu ibu-ibu yang sulit keluar rumah karena harus meninggalkan anak di rumah, atau yang memang tidak sempat berbelanja.

                Nah, banyak hal  yang bisa dilakukan untuk menjadi alternatif mata pencaharian. Dengan bantuan teknologi terkini seperti handphone, pelayanan yang baik dan tetap menjaga kualitas barang, Insya Allah hobi-hobi di atas memiliki peluang yang besar.


Tentang Penulis 

Dewi chairani, ibu dari satu anak kelahiran agustus 88. Kini sedang menyelesaikan S2 Manajemen di Universitas Panca Budi Medan. Aktif di FLP Medan dan hobi bercocok tanam juga memasak. Ia kini fokus pada usaha tanaman herbal dan kuliner Cane Frozen.

 

2 comments

Belakangan banyak minat, banyak belajar, tapi belum menghasilkan dari kesukaan itu. Butuh proses kali ya, Kak?

Di tekuni dek. Satu per satu, jgn skaligus main semua. Nnti gk fokus

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts