Opini: 5 Kekuatan Dahsyat Atasi Quarter Life Crisis

FLP Medan Reply 18.00

Ilustrasi

Setiap orang yang tengah memasuki fase kedewasaan pastilah menginginkan hidupnya bahagia dan lebih baik. Namun, tak jarang kita temui dalam fase usia 20 - 25 tahun dihadapkan dengan kebingungan atau galau dalam masalah pekerjaan, karir, pasangan, dan pencarian jati diri. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Karena bila Quarter Life Crisis tidak segera ditangani akan menyebabkan munculnya depresi. Berikut 5 kekuatan dahsyat atasi hal tersebut.

Pertama, Spiritual Power atau disebut kekuatan spiritual. Ialah saat kita menemukan kesuksesan sejati, dekat dengan Sang Pemilik Kesuksesan. Pastilah  hidup kita lebih terarah. Kekuatan inilah yang menjadi pondasi utama dalam beraktivitas.

            Namun, perlu  diakui bersama bahwa kita lebih banyak waktu untuk bekerja dari pada hal-hal lain terutama ibadah. Separuh lebih dari waktu kita untuk mengejar karir. Oleh sebab itu, kita sering lupa mengisi ruang dalam diri kita untuk mendekat kepada Allah Swt.

Misalnya, dikejar target atau kesibukan dunia lainnya, sholat yang hanya beberapa menit dilakukan amat terburu-buru hanya sebagai penggugur kewajiban, bukan aktivitas menghadap Sang Khaliq sebagai pemilik sumber kekuatan. Doa menjadi sekadar hafalan tanpa memahami makna. Aktivitas yang padat membuat kita mengabaikan Sang Pencipta. Itulah penyebab kita kehilangan peluang terbesar pertumbuhan spiritualitas.

 Amat disayangkan bukan? Padahal bila kita asah mental spiritualitas dengan membiasakan melakukan sholat dengan khusyuk, puasa wajib dan sunnah, sholat tahajjud, dhuha, perbanyak membaca Al-Qur’an, sedekah dalam menegakkan serangkaian amar ma’ruf nahi mungkar, kita akan terpelihara dari kegalauan.

Kedua, Emotional Power ialah kekuatan emosi. Banyak para peneliti mulai merasakan begitu pentingnya kecerdasan emosional (EQ) yang menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan seseorang. Kita lihat, banyak orang cerdas bahkan jenius dengan IQ di atas rata-rata, namun di dunia kerja hanya ditempatkan di level bawah, karena kepribadiannya yang kurang disukai atau sulit bersosialisasi, meski tidak semuanya seperti itu.

            Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari agar EQ meningkat dan terus berkembang. EQ tidak didapat begitu saja, karena EQ adalah akumulasi dari kecenderungan individu yang bersifat bawaan dengan faktor lingkungannya. Maka EQ dapat dilatih dan dibentuk. Attitude adalah salah satu faktor penting, karena dari attitude atau akhlak inilah kita dapat menilai emosi seseorang. Sumber dari attitude tiada lain adalah karakter dari pada diri masing-masing individu.

            Kita tidak akan mengalami Quarter Life Crisis bila pengaplikasian EQ kita sangat baik dan telah menjadi karakter. Maka sangat penting menjaga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang pada akhirnya akan menentukan nasib kita. Mengapa? karena dengan karakter inilah kita mengambil pilihan-pilihan takdir hidup.

            Ketiga, True Financial Power ialah kekuatan finansial. Bila kita sudah mapan secara perekonomian dengan manajemen finansial yang baik, hidup menjadi lebih bijaksana, karena kehidupan kita juga tak dapat dipisahkan dari finansial. Merugi bila di usia 20-an kita masih saja bermental miskin, seperti ingin hasil instan, lebih banyak membeli barang yang konsumtif, menghalalkan segala cara, mengandalkan orang lain, tidak mau berubah (jumud), senang menerima, dan lain-lain.

            Melatih kemandirian sejak dini adalah satu hal yang pasti dan tak boleh kita lupakan. Dimulai dari hal terkecil dalam penggunaan waktu, menggali potensi diri, mulai berwirausaha, dan tidak malas-malasan. Masa muda adalah masa untuk terus berkarya dan berbenah. Kita harus percaya diri dan tidak membandingkan diri kita dengan yang lain.

Keempat, Intellectual Power. Berbicara mengenai kekuatan intelektual, masyarakat pada umumnya biasa mengkorelasikan dengan kemampuan otak untuk berpikir atau lebih dikenal dengan sebutan Intellectual Quotient (IQ). IQ adalah salah satu anugerah Allah yang harus disyukuri, salah satunya dengan mengoptimalkaan kinerjanya.

            Dalam hal ini, kita harus paham defenisi satu per satu fungsi otak kanan dan otak kiri. Otak kanan yang lebih dikenal dengan otak kreatif dan imajinatif, sangat bermanfaat untuk membuat solusi kreatif dari setiap permasalahan yang kita hadapi, hingga tidak berlebihan jika para pengusaha sukses menggunakan potensi otak kanan ini untuk berani memulai, berani mengambil resiko, dan membuat sebuah formula khas untuk menyelesaikan setiap permasalahan dalam tubuh perusahaan. Namun, jika lebih dalam kita renungkan kembali. Setiap orang tetap membutuhkan otak kiri sebagai penyeimbang. Karena memang disinilah kita dapat melihat begitu pentingnya peran otak kiri dalam menunjang kesuksesan. Orang yang hanya mengandalkan otak kanannya cenderung ceroboh dan boleh jadi mengambil sebuah keputusan yang fatal akibatnya karena tidak memakai perencanaan dan manajemen risiko yang baik. Disinilah otak kiri sangat diperlukan.

            Keseimbangan antara otak kanan dan kiri sangat menunjang kecemerlangan ide sebagai makhluk intelek. Kreativitas kita akan semakin mencuat. Dengan begitu waktu yang kita miliki akan selalu terisi dengan hal-hal produktif dan positif.

            Kelima, Action Power. Berarti kekuatan untuk beraksi, mengerjakan semua ilmu yang telah dimiliki, dan menuliskan perencanaan matang mengenai langkah-langkah kongkrit yang akan dilakukan. Action Power terdiri dari: kesadaran akan visi hidup, membuat list peran hidup, merancang life board, proklamasi kemerdekaan diri, target bulanan, target mingguan, list kelemahan dan kelebihan.

            Ya, sudah semestinya kita memiliki tujuan hidup yang jelas. Action now! Janganlah menunda-nunda. Lakukan dengan baik apapun yang telah kita rencanakan. Sebanyak apapun ide dan rencana kita. Bersiaplah menyongsong hasil yang baik pula.

            Korelasi antara kekuatan spiritual (Spiritual Power), kekuatan emosi (Emotional Power), kekuatan finansial (True Financial Power), kekuatan intelektual (Intellectual Power), dan kekuatan aksi (Action Power) akan mengubah kegalauan menjadi kebahagiaan. Kekuatan itu bukan didapat secara instan, melainkan ditempah dengan penuh perjuangan. Kita akan mengalami kesulitan bila kita belum terbiasa hidup berdampingan dengan 5 kekuatan dahsyat itu. Akan terasa mudah dan nikmat bila menjalaninya. Yuk sama-sama kita buktikan.

Tentang Penulis: Nurhasanah, pegiat literasi FLP Medan angkatan VIII, mahasiswi Pendidikan Matematika UIN Sumatera Utara.

Related Posts

opini 5700554402913560202

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts