Profil: Belajar Dari Yang Ahli

FLP Medan 2 18.00
Sukma

Prinsip adalah satu hal yang tak bisa diubah oleh siapapun. Ia ibarat pondasi yang tetap  dijaga agar tak berubah. Hal ini yang dimiliki oleh pria yang akrab dipanggil Bang Sukma. Prinsipnya dalam dunia kepenulisan menjadikan ia memiliki semangat ekstra untuk menjadi trainer penulis.

Sukma, pria kelahiran 13 November 1985 ini memang kini sedang fokus di dunia kepenulisan. Ia yang kini sibuk sebagai editor dari Penerbit Gerhana Publishing memang aktif menulis, mengajar kelas menulis juga bimbel. Hampir semua kalangan usia pernah dilatihnya, mulai dari usia ibu-ibu hingga anak-anak. Suami dari Aysyahtun Hasanah Siregar ini tidak segan-segan mengerahkan segala ilmu dan motivasi demi lahirnya bibit-bibit penulis.

Ayah dari Malika dan Queen ini memang senang menulis sejak duduk di bangku SMA. Ia juga pernah menjuarai beberapa lomba kepenulisan seperti juara satu lomba resensi buku tingkat Sekota Medan tahun 2003, juara satu lomba penulisan artikel Keluarga Berencana PKK Kota Medan tahun 2004 dan cerpennya pernah masuk nominasi sepuluh besar cerpen terbaik Balai Bahasa Medan tingkat remaja Se-Sumatera Utara tahun 2006. Berbagai tulisannya juga telah dimuat di berbagai media lokal yaitu cerpen, puisi, artikel dan esai. Serta antologi dan buku karya  pria asli Medan ini, yaitu Laut Air Mata (2009), Medan Puisi (2007), Aku Penari dan Perempuan Langit (2006), Tinta Ini Cinta Pertama (2007), Dimana Lagi Kusimpan Kemayaanmu dan Perawan yang masuk dalam antologi bersama peserta The 1st International  Poetry Gathering (2007).

Bagi pria lulusan Psikogi UMA ini, melatih menulis haruslah dilakukan oleh orang-orang yang memang kompeten di bidangnya. Seperti aktif menulis dan memang sudah menulis buku atau aktif di organisasi kepenulisan. Agar para generasi muda yang memang memiliki semangat menggebu untuk belajar menulis di berbagai event pelatihan terpenuhi rasa haus akan ilmu kepenulisannya, tidak hanya sekedar mendapat motivasi kepenulisan saja. “Ini alasan kenapa menjadi pemateri kelas menulis adalah hal yang abang rindukan. Karena banyak pemateri yang kurang kompeten tetapi malah ditunjuk sebagai pemateri kelas kepenulisan. Akhirnya ketika nanti ada kelas kepenulisan yang benar-benar berkualitas maka masyarakat tidak akan percaya lagi. Paling-paling motivasi menulis saja itu, ” papar pria berdarah Jawa ini.

Ditambah lagi minat baca masyarakat yang kini memang sangat menurun. Ia sendiri berusaha untuk meningkatkan minat baca dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga. Sukma sering membelikan buku anak untuk kedua anaknya sebagai hadiah. Hingga anak-anaknya sangat akrab dengan buku. Menurutnya minat baca harus dibangun dari keluarga agar ada habbit membaca bagi anak-anak, juga diiringi apreasiasi agar mereka senang membaca buku. Jika sejak dini, membaca menjadi habbit, maka tinggal merangsang keinginan menulis saja.

Ditulis oleh: Dewi Chairani


Related Posts

Tentang Kita 1970821138064865716

2 comments

Keuren Bang Sukma, dan bangga satu almamater juga dengan Beliau. 😁

Sukses terus buat Sukma dan Dewi. Bangga pernah menjadi mentor kalian.

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts