PUISI-PUISI KRISTINA BUULOLO

FLP Medan Reply 18.00

MATI
Oleh: Kristina Buulolo
Jiwa itu menangis lagi
Bak hujan deras membanjiri bumi
Hanyut, tenggelam, lalu mati. 

Jiwa itu menangis lagi
Jasad bergelimpangan
Ibarat mati dalam perang 74  tahun lalu
Tak ada doa, nyanyian pengantar jiwa suci itu. 

Jiwa itu menangis lagi
Tak terpandang pun
Si kecil mungil tak minum asi. 
Si bocah menangis histeri
Ibundanya berjuang dalam ruang isolasi. 

Jiwa itu menangis lagi
Ayahanda perintah “untuk tetap di rumah saja, belajar di rumah saja, beribadah di rumah saja”
Hm... Kepalaku batu
Ku ambil sgala mainanku tahun lalu
Bermain di luar hingga fajar menyingsir
Kemudian mencuak lagi berita di TVRI
Korban kematian bertambah lagi. 

Oh... Penguasa jagat raya
Pencipta langit dan bumi
Bersihkanlah... Bersihkanlah... 
Negeri ini dari pandemi
Bersihkanlah... Bersihkanlah... Bersihkanlah... 
Jiwa nakal itu dari hasrat ego sendiri
Jiwa itu menangis lagi
Lagi... Lagi... Lagi... 
Sembari menunggu ajal dari covid. 
Sambulu, 28  Juli 2020

SIAPA? 
Oleh: Kristina Buulolo
Siapa sedih? 
Ingin menangis
Siapa hilang? 
Ingin mati
Siapa setres? 
Ingin gila
Siapa menangis? 
Ingin tenggelam
Siapa salah? 
Ingin dimaafkan
Siapa kalah? 
Ingin berhenti
Siapa peduli? 
Akan tersiksa
Siapa! 
Siapa harus dipertanyakan? 
Sambulu, 30 Juli 2020

TAK ADA ARTI
Oleh: Kristina Buulolo
Malam ini terasa asing
Serangga-Serangga bumi lalu-lalang tanpa henti
Mengenakan kuda berkaki dua
Bersuara asap pembunuh nadi. 

Duduk menatap kosong
Bagai semut kecil diinjak mati
Dimana aku harus beradaptasi
Sedangkan bumi ini tak terbersit. 

Halu sudah tingkat tinggi
Serasa dewa berkursi kuning
Nyatanya tubuh berlapis lumpur 
Matanya melorot habis diasinin

Jakarta, 13 Agustus 2020

Biodata:
Kristina Buulolo, lahir di pedasaan Sambulu pada 21 Mei 2020, berkabupaten Nias Selatan. Berawal dari hobi membaca saya memulai belajar merangkai kata demi kata walau tak bermakna. 

Related Posts

karya 8672622582478660526

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts