Profil Minggu Ini: Endang 'Mengenal Literasi lewat Puisi'

FLP Medan Reply 20.36

 


Bisa  berbagi ilmu tentu menjadi hal yang menyenangkan plus bermanfaat bagi sekitar kita. karena tidak semua orang yang berilmu bisa dengan gampang membagikannya, bukan karena pelit, tetapi tidak memiliki jiwa sebagai pengajar atau kreativitas tanpa batas dalam menyampaikannya.

Inilah yang saya lihat dari Endang. Ibu satu anak yang memiliki nama lengkap Rizky Endang Sugiharti ini, sering berbagi ilmu dalam bidang pelajaran bahasa Inggris di media sosial, dalam bentuk video maupun foto. Padahal kesibukannya sendiri sudah banyak, selain merawat anak yang masih berumur setahun lebih, ia juga mengelola sebuah tempat belajar bahasa Inggris selain juga aktif di perangkat desa sebagai pengawas pelaksanaan Peraturan Desa.

Wanita yang berdomisili di Tanjung Morawa ini, memang adalah lulusan Sastra  Inggris, ia bahkan sudah menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Islam Sumatera Utara. Selain kesibukannya mengajar, ibu dari Maryam Qurrota Ayun ini juga masih menulis puisi di blog. Sesekali ia meng-upload kebisaannya membaca puisi di media sosial. Penggemar berat Taufik Ismail ini memang sejak SMA sudah aktif dalam dunia kepenulisan, khususnya puisi.

Kecintaan istri dari Sudarno ini pada puisi berawal dari kesenangannya dalam membaca puisi. Ia senang tampil dalam membacakan puisi di depan umum. Berawal ketika ia SMP, penyuka jus Alpukat ini sudah aktif di sanggar sastra sekolahnya. Ia pun sering diutus untuk lomba membaca puisi antar sekolah, mulai dari lomba puisi kemerdekaan, pendidikan, pahlawan, hari guru, dll. Saat kuliah, ia pun semakin sering mengikuti lomba baca puisi. Beberapa diantaranya juga ada lomba membaca puisi Bahasa Inggris, yaitu saat ada lomba yang diadakan Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya di USU.

Berbagai lomba membaca dan menulis puisi juga sudah ditorehkannya, yaitu Juara Favorit Lomba Baca Puisi Kemerdekaan Tk. SLTP se-Kota Medan di Museum Negeri Prov. Sumatera Utara (2003), Juara I Lomba Baca Puisi HUT RI PT. Tiga Serangkai (2004), Juara II Lomba Baca Puisi HUT RI Penerbit Bumi Aksara (2006), Juara I Lomba Baca Puisi Hari Ibu Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (UKDM) UISU (2011), Juara I Lomba Menulis Puisi Hari Ibu UKDM UISU (2011), Juara III Lomba Menulis Puisi Talkshow Jilbab UKMI Ar-Rahman Unimed (2011) dan Juara II Lomba Baca Puisi Pembinaan Penulis dan Pembaca Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Prov. Sumatera Utara (2012).

Beberapa karyanya juga terdapat dalam buku antologi seperti Antologi Puisi Penyair Sumatera Utara “Menguak Tabir” (Laboratorium Sastra Medan, 2012) dan Antologi Perempuan dalam Puisi  (KPPI Production, Bandung 2013).

Kini pemilik tempat belajar Darco English ini tetap aktif menulis puisi di website. Kita bisa mengunjungi websitenya di sajakres.com Kisah yang berkesan saat putri dari pasangan Suyandi dan Tumiyah Atik ini membaca puisi yaitu saat puisi dari hasil karyanya sendiri menjadi ekspresi dari gejolak hati sebagai mahasiswa sekaligus orasi. Kala itu mereka sedang aksi di depan pintu gerbang kampus menuntut keadilan status legalitas kampus dan ijazah.

Ia membacakan puisi dengan seluruh jiwa raga, begitu membara karena suasana siang terik, di tengah jalan dan ada aksi bakar ban. Dihadapan ratusan mahasiswa dan barisan polisi yang bersiap siaga. Bisa dibayangkan betapa bergejolaknya masa itu. Ini terjadi pada tahun 2003, saat kampus memang memiliki konflik besar, hingga berefek pada status ijazah mahasiswa. Endang yang memang terkenal aktif dalam menyampaikan suara mahasiswa tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia bersama teman-teman kampusnya melakukan aksi tepat didepan kampus untuk menyuarakan agar konflik segera diselesaikan.

Dalam menulis puisi, penyuka Sate Padang ini menstimulus diksinya dengan membaca buku-buku puisi. Setelah membaca buku, lalu timbullah ide dan diksi dalam menulis. Ia juga senang mendengarkan musik instrumen yang lembut saat menulis. “Selain memberikan efek tenang, ide bisa mengalir begitu saja dengan lancar”, ungkap Endang. Endang yang kini menjabat sebagai Ketua Umum di Forum Lingkar Pena (FLP) Sumut, juga sudah mengenalkan anaknya dengan literasi sejak dini. Rumahnya yang juga sebagai Rumah Cahaya untuk FLP Sumut memiliki banyak koleksi, mulai dari buku anak-anak hingga buku dewasa. Anak-anak sekitar rumah dan yang belajar di tempat kursusnya sering membaca buku di Rumah Cahaya tersebut. “Inginnya memang lebih digiatkan lagi kegiatan di Rumah Cahaya yang membuat anak-anak jadi punya semangat literasi, seperti mendongeng, story telling, dan kegiatan lainnya yang paling tidak menumbuhkan rasa cinta pada buku,” harapan Endang. 


Related Posts

non fiksi 2379671783683915823

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts