PUISI: Kumpulan Puisi Muhammad Ikhsam Ritonga

FLP Medan Reply 18.00

 

Ilustrasi

RUMAH ADALAH LUKA

terbaringlah tubuh mungil

asupan aroma kesedihan mendekat

kemudian mendekat

mencabik harap tak kenal usia

senja parau tak sungguh indah

di balik tirai-tirai yang amat sadis

terpelihara jeritan meringis penuh tangis

rumah adalah luka

saat ibu pergi, dinding pun menatap sadis

raga digarap bagai pasir

dihantam bagai bola, jiwa tak bertepi

 

DIK, SETELAH KEMARIN

dik, setelah kemarin puisi menjadi kita

dan nisan abadi dalam dekapan

izinkanlah kini aku mendekap tanah kenangan

mengurai janji menjadi kekasih

dik, setelah kemarin jiwa pergi

ada luka parau menghilang di bawah jeruji

 

SETELAH DIA BAGAI BOLA

sudut rumah kini telah mati

ada tangisan kecil yang memanggil

tentang harap dan persakitan

yang dirakit oleh mereka yang besar

si kecil meringis menahan tangis

perlahan tangannya menjadi kecil

suaranya parau dan lukanya abadi

setelah kemarin lalu dia bagai bola

digiring di lapangan dan gawang

 

Tentang penulis

Penulis bergiat di Forum Lingkar Pena Medan dan Rumah Baca Nanggarjati. Bebebapa karyanya dimuat di media masa dan kumpulan antologi nasional. Untuk berkomunikasi dapat via instagram ikhsan_rtg


Related Posts

Fiksi 4352782809777902879

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts