PUISI: Kumpulan Puisi Sanri

FLP Medan Reply 18.00

 

Ilustrasi


PULANG

keharibaan paling sunyi

kita mendekap dalam ikatan kenang

menjejaki batas kota yang usang

mencari pelukan

antara kupunya malam

bersendu dengan segala doa

menitah dalam acuan cinta

pulang adalah takdir

mencari pertapakan di kota tua

                                   

                                                Oktober, 2020


YANG MENJADI MEDAN DI LAPANGAN MERDEKA

tak ada ketakutan yang paling gulita

setelah kemarin pukul lima sore matamu sayu

di jalanan itu, ada kesah yang menjadi medan

setelah waktu menjamah luka dan netra

malam bermajas neon di lapangan

lapangan dengan rumput yang tenang

kesukaran disetiap pinggiran

saat gulita mendekap

datanglah para jalang mencari titah

tentang kebaikan dan kenangan

yang menjadi medan di lapangan merdeka

adalah mereka yang mengeja kata meramu doa

menelantarkan tubuh wangi dari semak

kemudian mencari titah, membenarkan senja

sebagai lambang keindahan

                        

YANG MENJADI KENANGAN ADALAH MEREKA YANG DUSTA

yang menjadi kenangan di kalbumu adalah mereka

mengukir semilir angin dengan kamuflase waktu

mengukir patah menjadi tumbuh

dalam raga tak berjiwa di tanah kenangku

yang menjadi kenangan adalah mereka yang dusta

mengalirkan darah bagai air di sungai kapuas

mencari titah sebagai pembenaran

di semak belukar dekat rumah tuan

mereka bercengkerama tentang kebinasaan

                                                            Oktober, 2020

 

Tentang Penulis

Penulis bergiat di Rumah Baca Nanggarjati dan Forum Lingkar Pena Medan.

Related Posts

Fiksi 3999431895921488185

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts