PROFIL MINGGU INI: Maysarah Bakri “Memotret dengan Bismillah”

FLP Medan Reply 05.02

 

Maysarah Bakri

Produktif memang tidak mengenal waktu. Ketika ada kemauan dan niat yang kuat, Insya Allah selalu ada saja jalannya. Meskipun sudah berstatus ibu, itu tetap tidak menghalanginya untuk berkarya. Hal yang sama, terlihat jelas pada ibu muda dua anak ini. Berbagai kompetisi foodfotography telah dimenangkannya. Kesukaaannya pada memasak dan mengabadikan gambar lewat lensa menjadikannya cukup dikenal dengan fotografer makanan yang profesional.

Maysarah Bakri, wanita asli kelahiran Medan 15 November ini, masih aktif berprofesi sebagai guru di salah satu SD Swasta di Medan. Ibu dari Sofia Hasanah dan Syifa Hanania ini memang sangat menggemari dunia foto. Hobinya tersebut sudah ditekuni sejak ia kuliah. Alumni Biologi FMIPA USU ini, mulai serius pada passion-nya di tahun 2009. Ada banyak kompetisi foodfotography yang yang telah dijuarainya. Mulai dari juara 2 lomba foto Jelajah ACSU (Adventure Club Sumatera Utara), juara lomba foto Tuperware, lomba foto Santan Kara Cook From Home, lomba foto Fortune Cermat, Lomba Foto Podchocolate Bali, Lomba Foto Scrubber, Lomba foto produk Champ, Juara Lomba Foto dan Video Kara Juara Rendang dan berbagai lomba foto produk lainnya. Ada lebih dari 10 prestasi yang diraihnya. Cukup membanggakan ya, mengingat tak banyak orang bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya, seperti Maysarah.

Wanita penyuka sambal teri ini juga senang menulis, hanya kini dia memang lebih aktif dalam dunia fotografi. Maysarah juga tergabung dalam komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) Sumut, beberapa antologi yang ia miliki, Antologi Kisah Inspiratif Para Guru Kehidupan, Antologi Cerpen Kerdam Cinta Palestina dan Antologi 300 kata LRS Kampoeng Horas. Paket komplit ya, bisa memasak, foto dan menulis pula. Wanita keturunan asli Banjar ini punya alasan khusus kenapa menyukai fotografi. “Foto itu semacam hiburan. Karena suatu moment sulit untuk bisa diulang kembali, maka diabadikan lewat foto. Foto juga bisa menjadi bagian sejarah. Di zaman sekarang, foto bisa jadi penghasilan tambahan sekaligus bisa nambah teman yang sesama hobi foto,” papar putri dari pasangan Siti Khadijah dan Bakri Iman yang juga anggota dari Komunitas Foto Upload Kompakan khusus perempuan.

Dengan kesibukannya kini mengurus dua anak dan masih mengajar juga, tentu Maysarah harus pintar membagi waktu, diantara mengurus keluarga juga menjalani hobi fotonya. “Biasa foto saat anak-anak sudah tidur. Karena perangkat lighting sudah lengkap, jadi bisa foto dimalam hari juga,”jelas wanita penggemar Asma Nadia ini. Banyak mengikuti lomba foto produk makanan, tentu ada berbagai cerita menarik yang dialami. Salah satunya saat mengikuti lomba foto dari Kara, salah satu produk santan. Kala itu Maysarah berencana memasak rendang. Ia mengikuti saat mendekati deadline, beli dagingnya kurang pula. Alhasil harus belanja  lebih dari satu pajak. Ini cukup merepotkan bagi emak-emak ya. Karena daging harus di masak lagi plus memfotonya. Namun alhamdulillah, perjuangan Maysarah berbuah manis. Ia bisa mendapatkan juara lomba foto favorit di antara ratusan peserta lainnya.

Untuk para ibu di luar sana yang juga suka fotografi, wanita penyuka kelapa muda ini punya tips khusus, “Memotretlah dengan bismillah, harus sering latihan supaya hasil karyanya bagus. Dan bisa mengikuti komunitas foto supaya lebih semangat dan dapat ilmu. “

 


Related Posts

Tentang Kita 5370315928297564792

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts