PROFIL MINGGU INI: Dewi Pertiwi Sukses dan Bahagia dengan Versi Kita Sendiri

FLP Medan Reply 08.04

 

Dewi Pertiwi

Menulis tidak selamanya milik seseorang yang berlatar belakang pendidikan sastra Indonesia atau pendidikan bahasa Indonesia. Karena nyatanya banyak yang memiliki pendidikan yang jauh berbeda dari sastra tetapi tetap menyempatkan diri untuk menulis. Hal yang sama juga terlihat pada Dosen muda farmasi USU ini, disela aktivitasnya sebagai dosen, ia telah memiliki beberapa buku antologi.

                Ialah Dewi Pertiwi. Dosen muda dan cantik yang tercatat sebagai Dosen Farmasi USU ini nyatanya memiliki segudang aktivitas di kampus. Ibu dari Uwais Abqary Al-Hafidz ini baru-baru saja menyelesaikan konferensi internasional yaitu International Conference of Pharmaceutical Clinic and Research pada tanggal 25 dan 26 November 2020 lalu.  Istri dari Ihsanul Hafiz ini memang mencintai dunia farmasi. Ia juga menuangkan bidang keilmuannya di tulisan cerpen yang sedang digarap. “Saya berharap di tulisan tersebut saya bisa  mengedukasi pembaca tentang obat-obatan,” papar  ibu muda kelahiran Oktober 1990 ini.

                Putri sulung dari Riati dan Markun ini juga aktif sebagai pengurus di organisasi Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Medan, komunitas penulis Forum Lingkar Pena dan tentu juga tidak melupakan tugasnya sebagai ibu untuk merawat putranya yang kini menginjak masa balita. Nah, sebelum mengajar di USU, penggemar Tere Liye dan Habiburrahman El-Shirazy ini juga sempat mengajar di SMK Farmasi serta mengajar di pesantren dengan mata pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia pada tahun 2013. Tahun 2015 ia melanjutkan karir di Rumah Sakit Umum H. Adam Malik Medan. Lalu pada 2018 setelah menyelesaikan magister Farmasi ia kembali ke dunia pendidikan, sebagai Dosen Farmasi. Dengan berbagai pengalaman bekerja yang dimiliki Dewi, tentu tidak diragukan keilmuwannya dibidang farmasi ini.

                Di sela kesibukannya sebagai pengajar, wanita berdarah Jawa ini tetap aktif untuk berkarya. Tampak  dari telah banyak buku antologi yang dimilikinya dalam dua tahun terakhir, yaitu Kubiarkan Kau Terus Bercerita (2019), Hujan Tumpah Pada Hatiku yang Gersang (2020), Takarir (2020), Lalu Yang Bertamu (2020) dan 1000 Alasan Aku Menulis (2020).

                Memiliki ketertarikan yang kuat dalam bidang farmasi tentu memiliki alasan tersendiri, salah satunya agar dapat memberikan pelayanan kesehatan pada umat. “Saya suka dengan farmasi, karena nantinya ingin memberikan pelayanan pada ummat dibidang kesehatan, bisa menemukan obat-obat baru agar bisa dimanfaatkan banyak orang.” Ujar wanita penyuka sate padang ini tentang niat mulianya sebagai apoteker.

                Dengan berbagai pencapaiannya sekarang, Dewi masih memiliki impian tersendiri. “Ingin memiliki apotek sendiri dan juga punya buku novel,” ujar dosen yang juga senang memasak ini. Lalu bagaimana agar generasi muda sekarang, mampu untuk meraih kesuksesannya? “Lakukan saja semua hal bermanfaat yang kalian inginkan, meskipun mungkin saat ini kalian belum mencapai hal yang kalian tuju, percayalah Allah selalu punya rencana baik untuk apa yang kalian tunggu. Setiap orang punya standard sukses dan bahagia masing-masing, maka capailah keduanya dengan cara dan versi kalian masing-masing,” papar dosen muda pemilik senyum manis ini.

 


Related Posts

Tentang Kita 5462682731558327453

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts