OPINI: Keberagaman dalam Kebersamaan

FLP Medan Reply 15.34

 


Indonesia terkenal dengan keberagaman. Mulai dari suku bangsa, adat budaya, agama, ras, dan golongan. Selain itu, Indonesia dikenal dengan negara kepulauan terbesar di dunia. Mulai dari Sabang hingga Merauke. Perbedaan tempat tinggal dan wilayah membuat masyarakat Indonesia memiliki Bahasa daerah masing-masing. Hal ini tentu membingungkan jika berkomunikasi dengan daerah masing-masing ketika bertemu. Maka sesuai dengan sila ketiga berupa Persatuan Indonesia dibentuklah Bahasa yang mempersatukan, yaitu Bahasa Indonesia.

Seiring berkembangnya zaman, bangsa Indonesia pun turut berkembang. Jika dulu penulisan huruf “u” dengan “oe” kini langsung saja sesuai dengan pelafalan. Tentulah Bahasa Indonesia mudah dipelajari dan dimengerti banyak orang. Tinggal orang tersebut yang mengolah kosakatanya disampaikan seperti apa kepada lawan bicara.

Pemahaman Bhineka Tunggal Ika sudah dipelajari pada masa sekolah dasar. Meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu tujuan. Jika pada saat itu hanya sekadar mengingat kalimat saja. Setelah dewasa barulah mengerti arti dari makna tersebut. Hal ini tentu setelah melalui proses pengalaman bertemu dengan orang-orang berbeda.

Perbedaan itu bukanlah menjadi penghalang dalam berkembang dan bergerak maju. Hanya bersebab satu tujuan. Komunikasi dan interaksi pun berjalan lancar. Terlebih lagi, saling memahami dan pengertian kepada yang lainnya. Jika menelusuri lebih lanjut tentang apa yang dimiliki masing-masing. Misalnya perbedaan tempat dan budaya. Tentulah kita akan merasa takjub bahwa perbedaan itu memberikan sebuah warna. Pengetahuan dan pengalaman yang baru setelah menelusurinya lebih lanjut. Tidak hanya itu saja, makanan khas masing-masing setiap daerah tentulah berbeda.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam membangun kebersamaan dalam keberagaman dalam kehidupan sehar-hari.

1.      Jangan pikirkan perbedaan, tetapi apa persamaannya

Jika mendengar sebuah pernyataan yang kira-kira begini, “sorry, sepertinya kita enggak sama.” Pasti timbul sebuah perasaan tidak nyaman. Seolah ada penghalang yang membuat kita sebaiknya tidak bersama lagi. Namun cobalah untuk berpikir lagi persamaan apa yang membuat kita tuh harus bisa bersama. Tujuannya mungkin. Meskipun tidak sama. Setidaknya ada semangat yang sama untuk mencapai tujuan. Kita bisa memanfaatkan motivasinya untuk bisa saling bergerak maju.

Begitu pula dengan orang yang memiliki warna kulit yang berbeda. Jangan pandang bentuknya. Namun lihatlah apa yang disampaikan dan hal apa yang membuat kita bisa menjalin kerjasama. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama memiliki sikap keterbukaan hati kepada sesama. 

2.      Saling menghargai keyakinan masing-masing

Anggap sajalah dalam sebuah kelompok itu ada yang beragama muslim, kristen, dan lain-lain. Cara dan waktu beribadahnya pun juga berbeda. Saling memberikan pengertian satu sama lain dan memahaminya. Akan membuat sikap saling menghargai begitu indah. Begitu pula dengan pantangan yang tidak boleh dilanggar bagi keyakinan mereka.

3.      Saling membantu satu sama lain

Sikap saling membantu memberikan sebuah jarak kedekatan satu sama lain. Hal ini mencerminkan sikap tenggang rasa yang akan mewujudkan persatuan. Terlebih lagi dalam membangun negeri ini menjadi yang lebih baik lagi.

Siapa pun itu. Walau dari mana pun ia berasal. Keberagaman itu sungguh indah. Banyak pelajaran yang mungkin bisa didapat dari sikap kekompakan satu sama lain dalam kebersamaan. Hal ini pun juga bisa memberikan sebuah persepsi dalam diri bahwa ciptaan-Nya sungguh beragam dan semakin bertambah pula keimanan.

Kebersamaan itu tidak didapatkan dengan kesendirian. Ada kebahagiaan yang berbeda dan semangat juang yang terjaga. Ketika ada satu semangat yang pudar, dengan sendirinya semangat orang lain akan menular. Hal ini tentulah didasarkan dengan sikap saling terbuka. Meskipun kita berbeda, kita tetap satu tujuan. Begitulah prinsip dari Bhineka Tunggal Ika. Demi mewujudkan negara yang maju, damai, dan sejahtera.

Kebersamaan dan kedamaian itu membuat hati tenang dan nyaman. Tak terlepas dari mana berasal. Pandanglah hati dan niat baiknya. Tak perlu ragu untuk menggaungkan niat baik. Sebab perbedaan tidak menjadi penghalang dalam kebersamaan.  

Tentang Penulis Henny Puspita Sari merupakan Gadis penyuka biru laut ini merupakan anggota FLP angkatan ke-VIII.

 


Related Posts

non fiksi 4762365747501451150

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts