RESENSI: Logical Fallacy: Menguak Kesalahan-Kesalahan Berpikir

FLP Medan 1 15.39

 


Diskusi yang berujung pada perdebatan dan pertengkaran banyak sekali terjadi di sekitar kita. Apalagi era media sosial seperti sekarang membuka peluang selebar-lebarnya untuk siapa saja bisa berkomentar tanpa perlu bertatap muka dengan lawan diskusi.

Muhammad Nuruddin di dalam bukunya yang berjudul Logical Fallacy ini menyebutkan bahwa perdebatan terjadi karena para pelaku diskusi tidak mengerti adab dalam berdiskusi. Adab yang dimaksud di sini bukanlah sebatas aturan-aturan etis seperti berkata sopan, tidak menghina, atau aturan sejenisnya yang lumrah kita kenal dalam percakapan sehari-hari, melainkan adab dalam artian yang lebih luas, di mana argumen-argumen dibangun secara baik dan benar.

Fenomena lainnya yang sering kita lihat adalah apa yang disebut oleh Tom Nichols di dalam bukunya sebagai matinya kepakaran. Zaman sekarang, sesuatu yang salah bisa menjadi benar ketika dielu-elukan, di-amin-kan beramai-ramai. Perkataan seorang tokoh terkenal, meskipun kebohongan, lebih dipercaya ketimbang pernyataan ahli. Berbicara tentang masalah otoritas, yang dijadikan rujukan bukanlah lembaga pemilik otoritasnya, melainkan perkataan entah siapa dari rujukan yang tidak valid.

Fenomena-fenomena tersebut adalah salah satu dari sekian banyak kecacatan berpikir atau yang lazim kita kenal dengan istilah logical fallacy. Ada 72 macam kekeliruan berpikir yang dapat kita pelajari dari buku Muhammad Nuruddin ini. Dikemas dengan gaya penulisan yang ringan dan mudah dicerna beserta berbagai contoh kasusnya, buku ini dapat mengarahkan kita tentang bagaimana cara berpikir yang benar, membangun argumentasi, juga bagaimana membantah argumen sehingga diskusi dapat berjalan lebih terarah dan efektif.

Ada beberapa panduan yang juga ditunjukkan oleh penulis untuk memperoleh diskusi yang efektif dan bermanfaat. Ketika seseorang memutuskan untuk berdiskusi, maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah memperjelas konsep atas defenisi-defenisi yang akan menjadi pembahasan. Selanjutnya menetapkan kaidah-kaidah sebagai acuan bersama seperti mendefenisikan istilah atau menetapkan parameter bersama. Ini penting untuk dilakukan karena debat kusir seringkali terjadi antara dua pihak yang tidak memiliki acuan yang tepat.

Apa saja 72 logical fallacy yang dibahas buku ini? Tugas Anda lah untuk menjawabnya dengan membaca karya Muhammad Nuruddin yang luar biasa ini.

“Diskusi yang sehat adalah awal dari kehidupan intelektual yang bermartabat. Dan itu semua bisa tercapai kalua kita tahu tentang teknik membangun sekaligus merespon argumen dengan cara-cara yang tepat.”

 

Judul: Logical Fallacy: Menguak Kesalahan-Kesalahan Berpikir yang Kerap Kita Jumpai Sehari-hari.

Penulis: Muhammad Nuruddin

Penerbit: Keira Publishing

Tebal: 432 hal

Cetakan: Kesatu

Tahun Terbit: November 2020

ISBN: 978-623-7754-54-1

Peresensi: Evyta Ar

 

 

 

 

 

 

 


Related Posts

non fiksi 5418620099277849478

1 comments

Posting Komentar

Search

Instagram

Popular Posts